planet baru

Semenjak ditemukan pertama kali, exoplanet atau extrasolar planet atau planet luar surya menjadi topik yang hangat dibicarakan dimanapun dan menjadi salah satu topik terdepan dalam sains. Hal ini semakin diperkuat ketika ditemukan planet tipe Bumi di Gliese 581.

Kali ini, 3 exoplanet ditemukan oleh anggota tim Wide Area Search fot Planets (WASP) dan diumumkan dalam konferensi internasional Extrasolar Planet yang berlangsung di Suzhou, China. Planet-planet yang ditemukan itu merupakan planet seukuran Jupiter dan diberi nama WASP-3, WASP-4 dan WASP-5. Ketiga planet ini ditemukan dengan metode transit, menggunakan kamera super di Afrika Selatan dan di Pulau Canary yang senantiasa memonitor jutaan bintang di seluruh langit.

Penemuan ini menjadi menarik karena tim inilah saat ini yang menjadi satu-satunya tim yang menemukan planet dengan metode transit untuk belahan langit utara maupun selatan. WASP-4 dan WASP-5 merupakan planet pertama yang ditemukan di Afrika Selatan dan keduanya juga merupakan planet transit paling terang yang ada di belahan langit selatan. Sedangkan WASP-3 ditemukan di belahan langit Utara menggunakan Kamera SuperWASP di pulau Canary.

Ketiga planet tersebut semuanya berukuran Jupiter namun mereka mengorbit bintang induknya pada jarak yang sangat dekat. Bahkan setahun akan selesai kurang dari 2 hari. Waktu disana akan sangat cepat berlalu bukan?

Nah, dengan kondisi sangat dekat dengan bintang induknya, temperatur permukaan planet-planet tersebut akan lebih dari 2000 derajat Celsius, akibatnya akan sangat sulit untuk ada kehidupan disana. Namun bagaimanapun dengan penemuan planet bermassa Jupiter juga memberi ide kalau planet berukuran Bumi juga sedang menanti untuk ditemukan, asalkan teknologi sudah memungkinkan.

Jakarta (Antara News) – Penemuan “dunia tirta” baru (planet serupa Bumi yang berlimpah air) yang mengorbiti satu bintang dalam jarak 40 tahun cahaya menjadi planet pertama yang diketahui mirip Bumi dan membuat manusia menjadi cukup dekat untuk bisa mengendus atmosfernya, kata para astronom seperti dikutip jurnal Nature.

Dinamai GJ 1214b, ukuran planet ini hanya sekitar 2,7 kali ukuran Planet Bumi dengan massa kira-kira 6,5 kali lebih berat dari Bumi.

Berdasarkan berat jenisnya, para ilmuwan mengira GJ 1214b mengandung 3/4 air likuid dengan inti padat dari besi dan nikel serta atmosfer hidrogen dan helium yang merupakan mirip dengan Bumi.

Namun dalam banyak cara lainnya, planet ini adalah “binatang kejam yang sangat berbeda” dari Bumi yang kita tinggali, kata para ilmuwan.

“Pada dasarnya ini adalah satu samudera luas,” kata kepala peneliti David Charbonneau dari Pusat Astrofisika Smithsonian, Universitas Harvard, Cambridge, Massachusetts.

“(Di planet ini) tidak ada satu pun benua yang mengambang di atas atau menyeruak dari air.”

Lebih dari itu, GJ 1214b lebih panas dibandingkan Bumi dan atmosfernya sepuluh kali lebih tebal dibandingkan planet kita, kata para peneliti.

Hal ini mungkin membuat apapun sulit untuk hidup seperti selama ini kita ketahui. Untuk para pemula, tekanan atmosfer terhadap permukaan planet itu besar sekali dan cahaya yang sangat sedikit sulit menembus kabut demi mencapai samudera planet tersebut.

Planet baru menyerupai Bumi ini tetaplah sangat asing.

Planet Super-Earth baru itu ditemukan dengan menggunakan proyek MEarth, satu unit perangkat teleskop kecil berbasis di Bumi yang digunakan untuk mendeteksi perubahan dari menit ke menit dari kekuatan cahaya bintang-bintang merah nan redup yang disebut dengan M dwarfs (bintang cebol).

Kelipan periodik cahaya bintang bisa disebabkan oleh planet-planet yang secara terpisah transit atau mengitari bintang-bintangnya. Karena bintang cebol M dwarfs lebih buram ketimbang bintang-bintang seperti Matahari, maka menjadi lebih mudah menjejak pengurangan kekuatan cahaya yang disebabkan oleh planet-planet seukuran Bumi yang lebih kecil massanya.

Kendati GJ 1214b tidak langsung terlihat, perubahan pasti dalam cahaya bintang karena jejak perjalanannya, memungkinkan para astronom bisa menakar ukuran dan massa planet tersebut, yang nantinya menawarkan petunjuk-petunjuk terhadap komposisi planet itu.

Dan karena dunia tirta begitu dekat ke Bumi, demikian Charbonneau, teleskop optik yang berbasis di antariksa seperti Hubble atau Kepler bisa seharian digunakan untuk mengendus kandungan kimia pasti dari atmosfer planet serupa Bumi itu.

“Sejumlah cahaya dari bintang cebol itu menembus atmosfer planet serupa Bumi tersebut (seperti cahaya Matahari menembus Bumi), dan menempel pada fitur-fitur atom dan molekul apa saja yang ada,” kata Charbonneau.

Secara keseluruhan, penemuan ini adalah “pencapaian yang menjadi tonggak” yang bisa menutup kesenjangan ilmiah dalam planetologi, kata Greg Laughin, ilmuwan astrofisika pada Universitas California, Santa Cruz, yang tidak terlibat dalam penelitian itu.

“Saya selalu membayangkan seperti apakah bentuk planet bermassa enam kali dari Bumi itu. Kini kita mengetahuinya. Planet itu benar-benar sangat berbeda dari sistem tata surya kita,” kata Laughlin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: